Tampilkan postingan dengan label reviews. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label reviews. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Februari 2009

2009

Pernahkah kamu merasakan,
bahwa kamu mencintai seseorang,
meski kamu tahu ia tak sendiri lagi, dan
meski kamu tahu cintamu mungkin tak berbalas,
tapi kamu tetap mencintainya,

Pernahkah kamu merasakan,
bahwa kamu sanggup melakukan apa saja demi seseorang yang kamu cintai,
meski kamu tahu ia takkan pernah peduli ataupun
ia peduli dan mengerti, tapi ia tetap pergi.

Pernahkah kamu merasakan hebatnya cinta,
tersenyum kala terluka,
menangis kala bahagia,
bersedih kala bersama,
tertawa kala berpisah,

Aku pernah .........

Aku pernah tersenyum meski kuterluka !
karena kuyakin Tuhan tak menjadikannya untukku,
Aku pernah menangis kala bahagia,
karena kutakut kebahagiaan cinta ini akan sirna begitu saja,

Aku pernah bersedih kala bersamanya,
karena kutakut aku kan kehilangan dia suatu saat nanti, dan......

Aku juga pernah tertawa saat berpisah dengannya,
karena sekali lagi, cinta tak harus memiliki, dan
Tuhan pasti telah menyiapkan cinta yang lain untukku.

Aku tetap bisa mencintainya,
meski ia tak dapat kurengkuh dalam pelukanku,
karena memang cinta ada dalam jiwa, dan bukan ada dalam raga.

http://www.shidiq-weddingcard.co.cc/2008/07/beda-antara-suka-cinta-dan-sayang.html

Minggu, 02 November 2008

Rizal Mallarangeng:The next president, why not?

Bosen lihat calon presiden yang itu-itu aja rasanya mata ini jauh lebih segar saat melihat iklan dan tayangan iklan politik bung Rizal di TV beberapa saat lalu. Mungkin lebih tepatnya saya bersyukur iklan Rizal Mallarangeng keluar dalam beberapa edisi dalam waktu yang berdekatan disaat otak saya jutek kehabisan ide dan data yang mentok dalam menyusun thesis saya. menurut saya meskipun tidak terlalu menjanjikan sesuatu yang baru seperti yang slogannya; generasi baru, harapan baru, tetap saja saya lihat ada pemandangan baru dalam bursa capres kita tahun depan. Sejauh ini sih saya masih oke dengan kepemimpinan SBY-JK, antara succes and error in all aspect masih imbanglah. Dibanding saya harus melihat Megawati yang pelit ngomong tapi kerjanya juga ga terlalu banyak, atau Wiranto yang buat saya wajahnya tidak terlalu simpatik and penuh kepalsuan, atau juga Prabowo yang sepertinya ingin membalas dendam karena karir militernya tamat terlalu dini, Sutiyoso yang terlalu straight and no compromize, bahkan Sri Sultan yang notabene maju in the last minutes dengan segala alasannya, saya tetap melihat bung Rizal dengan Educational background-nya di bidang politik tidak diragukan lagi, aktifitasnya di bidang politik juga sudah lumayan, family background-nya juga kuat dalam hal nasionalisme adalah calon yang maju dengan membawa kualitas diri sendiri yang mumpuni tidak hanya mengandalkan partai besar atau fanatisme sempit pendukungnya, atau sekedar slogan ingin memajukan Indonesia saja. Dia tidak membawa janji dengan mengatasnamakan pendeitaan kaum tertentu, atau kesalahan pemerintahan terdahulu dalam kampanyenya. Dia bisa membawakan diri dengan manis di tengah-tengah gencarnya iklan politik yang bertubi-tubi menyerang ruang bersantai kita di depan televisi. Sebenarnya memang calon pemimpin yang smart dan elegan seperti inilah yang kita tunggu, tidak terlalu radikal dan keras bersuara, tetapi jg tidak berdiam diri dan hanya bisa menyalahkan pemerintahan yang ada. Entahlah, kita lihat saja nanti apakah bung Rizal akan tetap maju sebagai calon Independent? karena UU nya aja belum ada ataukah akan bergabung dengan partai tertentu dan membujuk mereka untuk menjadikannya bakal calon RI-1. Kalaupun pada akhirnya tidak masuk ke bursa calon presiden 2009 pun rasanya bung Rizal sudah memberikan inspirasi dan contoh bagi generasi muda untukl tidak hanya bisa protes dan menghujat, tapi juga membuktikan diri dan berani menghadapi tantangan sebesar apapun. If there is a will there is a way emang cucok banget.....